Siang itu aku mengunjungi SMAku, salah
satu SMA favorit di Jakarta. Sebagai alumni di SMA tersebut, aku
Robert masih sering ikut membina kegiatan ekstra kulikuler yang ada,
di antaranya melatih Volley dan Bulutangkis. Kesempatan ini juga aku
pakai sebagai kesempatan untuk mengunjungi adik2 kelasku yang cantik2.
Dan sebagai kakak kelas kadang kala membuat usahaku untuk mendekati
mereka tidak terlalu sulit. Salah satu adik kelas yang dekat denganku
adalah Risti. Berparas biasa saja, berkulit sawo matang, pintar dan
mempunyai body yang proposional. Maklum, dia selain mengikuti kegiatan
keilmuan dibidang bahasa Inggris, aktif juga di dalam kegiatan
Paskibraka dan Cheersleaders. Hubunganku dengan Risti sendiri sudah
berjalan 3bulan. Dan sampai saat itu masih terbatas ciuman saja.
Hari itu adalah hari Sabtu, di mana aku menyempatkan diri untuk bermain
bulutangkis. Dan Risti, sedang mengikuti latihan cheers sore itu.
"Hai, kak Robert... mau main bulutangkis yah di atas? " tanya Risti saat
berpapasan denganku. "Hai, Ris. Iya nih lagi mau main ke atas. Kamu
lagi latihan? "tanyaku balik.
"Iya, kak. Tapi Risti haus mau beli minum dulu di depan." "Oke, sampai jam berapa latihannya, Ris?"
"Jam 4 juga sudah selesai, Kak"
"Baiklah. Kalau sempat nanti main-main lah ke atas."
"Beres deh.... kebetulan aku minta di jemput pak Min agak lama kak. Biar kita bisa berduaan lebih lama...."
Seeerrr mendengar kalimat Risti membuat pikiran ku sekilas membayangkan apa yang akan terjadi nanti.
Sekitar jam 4, pintu aula atas terbuka dan muncullah Risti dengan
mengenakan kaus gombrong dan celana hotpans yang membuat cetakan lembah
di antara kedua pahanya terlihat samar2.
"Lho, kak...mana yang lain? Kok kak Robert sendirian?", tanya Risti mellihatku sedang bermain shadow dengan tembok.
"Iya, yang lain baru aja pulang." Sahutku sambil menghampiri Risti dan mengecup bibirnya.
"Ahhhhh, kak....jangan begitu nanti kalo ada yang masuk bisa repot." Desah Risti saat kukecup bibirnya.
"Hehehehe.... nga ada yang bakalan ke sini Ris."
"Kamu mau menemani kakak bermain? "
"Boleh, Kak..."
Lalu setelah 15 menit kami bermain terlihat Risti memberikan tanda untuk
menghentikan permainan. "Kak, udah dulu ya...Risti capek." Lalu
kamipun duduk2 di pinggir lapangan. Dan Risti tiduran di atas pahaku.
"Capek, Rist?"
"Iya, kak. Tadi soalnya lumayan latihannya. Dan tadi waktu Risti jadi base sempat terjatuh."
"Nih, lihat memar kan lutut Risti', kata Risti sambil menunjukkan lututnya yang memang seperti lebam.
"Duh, kamu, hati-hati donk Ris"
"Tuh liat sampai lebam gitu lutut kamu."
"Sakit? " tanyaku sambil memegang dan mengelus-ngelus lututnya.
"Nga, kak...Geli iya..." jawabnya sambil tertawa kecil. Melihat Risti
tertawa membuatku gemas dan langsung saja kucium bibir mungilnya.
"Kak.....Kak Risti takut ada yang datang"
"Tenang" kubangunkan Risti sebentar dan "Klek..." suara pintu aula kukunci dan kemudian kumatikan lampu aula tersebut.
"Sini, sayang mana tadi yang lebam? Kakak lilat lagi.."
Tak lama segera kurangkul Risti dan kukecup lembut bibirnya.
"Makanya lain kali hati-hati yah sayang...."
"Iya kak...."
Lalu kamipun kembali bercumbu kembali. Semakin lama cumbuan kami semakin
panas dan membara. Dengan adrenalin yang keluar sehabis kami
berolahrga membuat suasana di dalam aula menjadi panas.
Kuberanikan diri untuk mencumbu Risti lebih jauh lagi. Ciumanku turun menyusuri leher jenjang Risti.
"Oh.... kak...." Risti membalas cumbuanku dengan desahan dan tangan yang semakin erat dileherku.
Melihat sambutan yang mendukung, tanganku mulai berani bergerilya.
Tangan kiriku tetap menopang badan Risti sedangkan tangan kanan mulai
menuruni dadanya. Terasa sangat kenyal sekali payudara Risti di tanganku
yang merabanya dari lluar kaosnya....
"Ouuughh, kak Robert...."
Segera kukulum lagi bibir Risti untuk menghentikan desahannya. Dan tanganku meremas pantadnya yang begitu kenyal.....
Segera kutarik Risti ke dalam Ruang ganti. Hasratku untuk berbuat lebih
jauh semakin tak tertahan. Segera kurebahkan Risti ke atas meja yang
ada di ruang ganti tersebut.
Kembali kami berciuman dengan liarnya. Tanganku tak tinggal diam.
Kusingkapkan dan kulepas kaos yang dikenakan oleh Risti. Kuremas remas
dengan lembut kedua bukitnya dibalik Bra model sport yang dikenakannya.
"Oh....Kak..." Risti pun semakin liar dengan remasan2 lembut yang
kuberikan. Tangannya tak tinggal diam melepaskan kaos yang kukenakan
yang semakin basah oleh keringat nafsu.
Kutanggalkan Bra yang melekat,36B sempat kulirik dari kaitan bra yang
kutanggalkan, dan kududukan Risti di meja. Ciumanku bergerilya menuruni
lehernya yang jenjang dan turun menuju kedua bukit kembar yang begitu
menggoda.
Kuelus lembut dan kemudian kujatuhkan ciumanku di bukit sebelah kirinya.
Kekecup dan kemudian kusedot kecil... "Awww, kak....oughhh" pekik
Risti sebagai reaksi atas aksi yang kuberikan kepadanya. Melihat reaksi
demikian membuatku mengekplorasi lebih lanjut. Kuremass-remas dada
Risti sebalah kanan. Dan pentil yang kecil kupilin-pilin lembut.
Ristipun semakin liar dan lenguhan2nya membuat adrenalinku semakin
kencang mengalir. Membuatku gemas. Kutarik lembut pentil membuat Risti
berpekik..."Awww, kak...sakit..."
Tak kuhiraukan pekikan Risti. Tanganku segera menarik lepas celana
hotpans yang melekat. Di bagian tengan celana dalam Risti yang bermodel
mini tercetak sebuah pulau kecil. Mungkin akibat cairan yang keluar,
tanda Risti sudah terangsang sekali.
Kuelus2 bagian tengan celana dalamnya membuat Risti semakin menjerit...."Ouchhh, kak...Ochhh..."
Kuselipkan jariku kedalam celana dalamnya, dan kumainkan jari-jariku di atas klitorisnya...."Ochh kak....terus kak....geli...."
Merasa terganggu dengan celana dalamnya, segera kulepas dan kubuang ke lantai.
Setelah celana itu terlepas, kubuka celana pendek dan celana dalamku.
Segera aku berlutut. Mengamati dan mengelus-ngelus kemaluan Risti dengan
lembut. Semakin cepet elusan yang kuberikan membuat Risti semakin
melenguh dengan keras..."Ochh,kak.....Ouchhh"
Kukecup vagina itu...Hmmmm wangi khas vagina yang saat itu aneh bagiku namun memberikan sensasi lain...
Kuberanikan lidahku untuk bermain di vagina Risti...Kusapu permukaannya atas dan bawah....
"Kak, robert...ouchh....terus kak...."
"Kak, ah..... "
Seiring desahan yang keluar...vagiana Risti mengeluarkan
cairan...Kujilat dan kuhisap seakan tidak ingin membiarkan cairan itu
keluar begitu saja...
Akibat dari hisapanku Risti berteriak " Ah....Ah...Ah...Kakkkk!! Risti
mau pipis Kakkk.....Ahhhh" Melihat ini segera kumasukan jariku dan
kukocok didalamnya semakin lama semakin cepat disertai dengan jilatan2
lidahku....akhirnya "Arrrgggggghhhhh Kakkkkkkkk..." Tubuh Risti
mengejang hebat....
Kubiarkan Risti menikmati Orgasmenya. Orgasme yang mungkin pertama
baginya. Saat membuka matanya Risti berkata " Kak, oh.....nikmat
sekali.." Kukecup bibirnya dan kemudian kubisikkan " Risti, I Love U So
Much..."
"Love U So Much To...." Kembali kami berpagutan dengan mesra. Kubimbing
tangan Risti untuk menyentuh kemaluanku yang berdiri tegak. Ku berikan
contoh untuk mengocok kemaluanku yang berukuran 18cm diameter
4cm...Kocokan tangan Risti yang mungil dan lembut membuatku berdesi
"Oh....ya Risti...Oh...Enak sayang". Kumainkan kembali kemaluan Risti
yang masih basah....Kupilin2 clitorisnya..."Ouhhhh Kak....Gatel lagi
kak...."
Segera kuposisikan diriku diantara kedua kakinya. Dengan isyarat kumohon
izin darinya. Tak ada kata terucap...hanya anggukan kecil.
Kuposisikan kemaluanku tepat di depan kemaluannya...kugosok-gosok
kecil dan berputar memainkan klitorisnya...membuat Risti tak tahan dan
merebahkan badannya di meja sambil meremas-remas bukitnya...
Setelah kurasa pas..dan kemaluan Risti kembali basah oleh lendir
kenikmatannya..Kutekan kepala kemaluanku menyeruak membuka jalan di
dalam kemaluan Risti....."Ah.... kak....Sakittt!!!" pekik Risti saar
kepala kemaluanku berhasil menerobos masuk. Kebelai rambutnya dan
kupagut bibirnya untuk menenangkan Risti....Setelah kurasa kemaluannya
mulai beradaptasi dengan adanya benda asing d dalamnya kutekan dan
kukeluarkan masukan kemaluanku pelan-pelan...sampai akhirnya
"Crreeeetttzzz....." kemaluanku seperti menyobek sesuatu dan
"Blessss!!!" masuklah seluruh kemaluanku di dalam vagina Risti.
"Kakkkkkk......Awwww!!!" Jeritan Risti dan kulihat tetes air mata di
ujung matanya
Oh....vagina yang sempit dan peret...mencengkeran kemaluan begitu
erat..Kuremas-remas payudara Risti dan kucumbu bibirnya untuk
menenangkannya. Setelah kulihat Risti lebih tenang...kuayun
perlahan-lahan kemaluanku......
Ristipun mulai menikmati ayunanku. Kucoba dengan ayunan 9 kecil 1 dalam.
Satu....Dua....Tiga....Empat....Lima....Enam....Tu
juh...Delapan...Sembilan....Seeeeepppppuluh......S aat hitungan
kesepuluh kubenamkan semua kemaluanku menyeruak ke dalam vagina
Risti...."Ohhhhhh.....kakkkkk.....".
Kuulangi lagi....Satu....dua.....Tiga...Empat..Lima...Enam.
...Tujuh...Delapan...Seeeemmmmbiilllaannn....Seepp
pppulluhhhhh....kuulangi....dengan tekanan pada ayunan kesembilan dan
kesepuluh " Ohhh....kakk.......Enakkkk...kakak.....Terus Kakk....!!!"
Desah Risti....
Kuulangi lagi dengan kombinasi sama...dan pada ayunan yang keempat Risti
berteriak "Kakkkkk ayo Kakkk Risti Mau keluar lagiiii....." Ayunan ke
enam saat baru saja kubenamkan kemaluanku dihitungan
keempat.....Risti menjerit "
Ahhhhhh......ahhhhh...........Kakkkkk......"dan tubuh Risti
kejang-kejang dan digigitnya tanganku "Ahhhhh..." Kubiarkan kemaluanku
masih berada di dalam kemaluannya....
Saat Risti mulai menguasai diri, kuminta iya untuk membelakangiku dengan
posisi nungging dan bertumpu di meja. Melihat posenya membuatku
gemas...kukecup vaginanya dan kuberikan tepukan ringan pada bongkahan
pantaddnya.....
Segera kemudian kutancapakan kembali kemaluanku ke dalam vaginanya.
Posisi ini membuat kemaluanku semakin dalam masuk ke dalam vaginanya.
"OHHHH Kakkkk....." tusukan pertama dengan posisie doggie membuat Risti melenguh. Kuayun dan kupompa kemaluannya.
"Cleppp....Cleppp....Clepppp" Suara kemaluan kami beradu diiringi dengan
suara beceknya vagina Risti oleh cairan yang keluar dari kemaluan
Risti....
Kupompa dan semakin lama kutingkatkan Rpm kocokan pada kemaluannya membuat Risti tak tahan
"Kakkkk Ouuchhh....Ouch..."
"Ouch....Kakkk Risiti Mau Keluar lagi..."
"OOuuuchhh....Ahhh....Iya Sayang....Kakak juga sebentar lagi keluar,
kita bareng yah sayang..." Kukecup bibirnya dari belakang sambil kuremas
bukit kembarnya.
Kembali kugenjot Risti dengan cepat....
"ochhh....oh....Kak....."
"Ayo sayng....Ohhh.....Ohh...."
"Oh....Kak....Risti Luv U kak Robert"
"Iii...Luv...U....Tooo Risti..."
"Crrrrooooottttsss.....Croooots....Crooootsss..... Crotsss...Croootsss" semburan spermaku didalam rahimnya mengiringi orgasmeku
"Ochhh..oH....kAKK..kAKKKKKKK" Jeri Risti menjemput orgasmenya kembali...
Setelah kami mencapai orgasme kami bersama, kurebahkan badanku di atas
Risti. Sambil memejamkan mata menikmati orgasme bersama yang baru kami
reguk. Kubiarkan kemaluanku tetap berada didalam kemaluan Risti yang
serasa menjepit dan mengurut2.
"Plooopp..." Suara kemaluanku yang mengecil dan keluar dari sangkar emas
Risti. Kubuka Mata. Dan ku kecup kening Risti sambil
mengucapkan.."Terima Kasih ya Sayang...."
Risti hanya tersenyum. Segera kami memakai kaus kami kembali dan di
lantai lulihat ceceran sperma bercampur dengan darah perawan Risti.
"Kak...Jangan tinggalin Risti."
"Risti Takut kehilangan kakak "
Demikian kata-kata terakhir yang kuingat membayangkan kejadian tahun
lalu. Lulus SMA Risty melanjutkan pendidikannya di Australia dan aku
sibuk dengan pekerjaanku. Membuat kami memutuskan untuk mengambil jalan
sendiri2.
Sabtu, 08 Desember 2012
Minggu, 02 Desember 2012
asik
Kebahagiaan
di atas ranjang dengan pasangan akan lebih baik jika ada rasa saling
mengerti. Tahukah Anda, posisi seks yang paling disukai oleh wanita?
Aktivitas seks yang tak diisi dengan suasana segar akan terdengar sangat membosankan. Posisi bercinta yang bervariasi ada baiknya Anda coba. Setiap wanita pasti punya posisi favorit yang sangat mereka sukai.
Jika Anda kehilangan akal untuk membuat istri bergairah, jurus andalan dari Askmen berikut patut Anda coba:
Doggy Style Dengan Kaki Terangkat
Jika mencoba posisi doggy style, lakukan sedikit inovasi untuk lebih memuaskan pasangan. Perlahan angkat kaki istri dan jepit keduanya di antara paha Anda.
Dengan cara ini, Anda bisa mempenetrasi istri lebih dahsyat dan testikel akan semakin lihai menyentuh klitoris. Anda bisa menambahkan pijatan lembut pada klitoris istri dan membuatnya semakin bergairah.
Bermain Dengan Bantal
Baringkan istri di ranjang, tekuk lututnya dan biarkan kaki memijak kasur. Letakkan sepasang bantal di bawah bokongnya. Dengan posisi ini, wanita akan lebih berpenetrasi dan klitoris akan semakin tersimulasi. Jika Anda melakukan dengan tepat, pasangan yang melakukan gaya ini bisa orgasme dalam waktu yang bersamaan. Seru bukan!
Penunggang Jongkok
Gaya ini adalah dasar dari gaya tunggang wanita yang biasa dilakukan. Ketika Anda dalam posisi duduk dan istri berada di atas, atur posisi istri seperti setengah jongkok. Lipat lulut ke belakang dan atur pola gerakan Mr P sesuai kehendak.
Jika istri merasa tak kuat menahan, tumpukan tangannya ke belakang. Dengan demikian Anda akan melihat pemandangan indah tubuh istri yang membuat seks makin memuncak.
Irama Berdiri
Jika lain kali Anda bercinta dengan posisi berdiri, coba gaya yang satu ini. Berdirilah di depan kaca dan nikmati pemandangan Anda yang sedang bercinta dengan pasangan. Berikan irama yang rutin. Turunkan lutut istri hingga tubuhnya membentuk sudut 90 derajat, usahakan posisi kaki selurus mungkin.
Berdirilah di belakang istri dan mainkan Mr P Anda. Perlahan, mainkan pinggul ketika Anda melakukan gerakan maju mundur. Nikmati pemandangan tubuh istri Anda, mainkan sedikit suara dan tatap matanya. Akhirnya, berikan istri sedikit pukulan manis di bokong dan sentuh bokongnya.
69+1
Posisi 69 ini adalah kegiatan oral seks. Tapi daripada Anda hanya melakukan oral biasa, tambahkan sedikit teknik. Jika biasanya salah satu pasangan akan berada di atas dan satunya di bawah, kini tak perlu pusing menentukan siapa yang di bawah, kini tak perlu pusing menentukan siapa yang di atas.
Aktivitas seks yang tak diisi dengan suasana segar akan terdengar sangat membosankan. Posisi bercinta yang bervariasi ada baiknya Anda coba. Setiap wanita pasti punya posisi favorit yang sangat mereka sukai.
Jika Anda kehilangan akal untuk membuat istri bergairah, jurus andalan dari Askmen berikut patut Anda coba:
Doggy Style Dengan Kaki Terangkat
Jika mencoba posisi doggy style, lakukan sedikit inovasi untuk lebih memuaskan pasangan. Perlahan angkat kaki istri dan jepit keduanya di antara paha Anda.
Dengan cara ini, Anda bisa mempenetrasi istri lebih dahsyat dan testikel akan semakin lihai menyentuh klitoris. Anda bisa menambahkan pijatan lembut pada klitoris istri dan membuatnya semakin bergairah.
Bermain Dengan Bantal
Baringkan istri di ranjang, tekuk lututnya dan biarkan kaki memijak kasur. Letakkan sepasang bantal di bawah bokongnya. Dengan posisi ini, wanita akan lebih berpenetrasi dan klitoris akan semakin tersimulasi. Jika Anda melakukan dengan tepat, pasangan yang melakukan gaya ini bisa orgasme dalam waktu yang bersamaan. Seru bukan!
Penunggang Jongkok
Gaya ini adalah dasar dari gaya tunggang wanita yang biasa dilakukan. Ketika Anda dalam posisi duduk dan istri berada di atas, atur posisi istri seperti setengah jongkok. Lipat lulut ke belakang dan atur pola gerakan Mr P sesuai kehendak.
Jika istri merasa tak kuat menahan, tumpukan tangannya ke belakang. Dengan demikian Anda akan melihat pemandangan indah tubuh istri yang membuat seks makin memuncak.
Irama Berdiri
Jika lain kali Anda bercinta dengan posisi berdiri, coba gaya yang satu ini. Berdirilah di depan kaca dan nikmati pemandangan Anda yang sedang bercinta dengan pasangan. Berikan irama yang rutin. Turunkan lutut istri hingga tubuhnya membentuk sudut 90 derajat, usahakan posisi kaki selurus mungkin.
Berdirilah di belakang istri dan mainkan Mr P Anda. Perlahan, mainkan pinggul ketika Anda melakukan gerakan maju mundur. Nikmati pemandangan tubuh istri Anda, mainkan sedikit suara dan tatap matanya. Akhirnya, berikan istri sedikit pukulan manis di bokong dan sentuh bokongnya.
69+1
Posisi 69 ini adalah kegiatan oral seks. Tapi daripada Anda hanya melakukan oral biasa, tambahkan sedikit teknik. Jika biasanya salah satu pasangan akan berada di atas dan satunya di bawah, kini tak perlu pusing menentukan siapa yang di bawah, kini tak perlu pusing menentukan siapa yang di atas.
Lakukan gaya 69 dengan kedua pasangan
saling berhadapan dan sejajar di ranjang. Dengan ini, pasangan akan
lebih mudah melakukan manuver. Gunakan jari Anda untuk melakukan oral.
Sentuh klitorisnya dan penetrasi dia. Lakukan apapun agar membuat ia
kehilangan kendali. Tapi jangan berlebihan, bisa-bisa istri berhenti
memainkan Mr P Anda.
Seks
Cerita Dewasa Gadis SMA Di Perkosa
Cerita Dewasa Gadis SMA Di Perkosa
-Cerita sex ini khusus dewasa, yang menceritakan tentang cewek cantik
dan masih abg yang di perkosa oleh segerombolan cowok yang memiliki
nafsu birahi yang tinggi. Hal ini menimbulkan gairah seks, karena si
cewek memiliki daya tarik yang mengundang nafsu ingin ngentot memek si
cewek tersebut. Jangan meniru adegan dalam cerita ini, jika dipaksa,
namun jika enak terserah. Simak kisah cerita dewasa mesum berikut ini.
Diana pulang kerja jalan kaki, jalanan
cukup sepi, sementara suara guruh sesekali terdengar. Awan terlihat
mendung dilangit malam itu. Cewek yang tingginya sekitar 170 cm,
langsing, kakinya juga jenjang banget (Diana waktu itu pake rok yg rada
mini) mempercepat jalannya. Pukul 20:00 jalanan diluar rumah Diana, sepi
jarang ada mobil yang lewat. Penduduk kota sudah tahu akan ada badai
besar malam itu. Kelima berandal yang bertubuh kekar itu mengendap-endap
memasuki pekarangan rumah. Mereka mau membalas cewek bertampang
melankolis itu yang memergoki mereka mencuri minuman keras tadi,dengan
melaporkan satpam. Mereka berencana berpesta memperkosa cewek itu
habis-habisan sebagai balasannya.
“Sssstttt…..hati-hati jangan
berisik…..ayo sini….” Bisik Emilo sambil memberi aba-aba untuk segera
maju bersembunyi dikebun rumah Diana yang penuh semak-semak.
Sementara itu Diana tidak mengetahui
kalau dirinya diikuti oleh para berandal sejak sepulang kerja tidak
menaruh curiga. Cewek itu menyalakan kran air mandi, lalu menuju
kekamarnya. Diana menyalakan lagu disco, sambil melepaskan baju
kerjanya.
Di kebun para berandal sudah mulai
mengendap- endap sambil menyusun rencana untuk masuk ke dalam rumah. Edi
dan Jack mendapat tugas mengawasi jalanan, sedangkan Emilo membuka
pintu depan, Joe dan Billie mencari jalan masuk lewat belakang. Pada
saat itu secara tidak sengaja Joe melewati jendela kamar Diana yang lagi
membuka baju kerjanya. Roknya berada diatas ranjang, sementara Diana
yang tubuhnya cuma terbungkus kemeja kerja dan celana dalam sambil
berdisco membuka kancing kemejanya. Joe segera memanggil Billie untuk
melihat pemandangan itu. Mereka menelan ludah melihat Diana yang
meliuk-liuk merangsang menari disco. Ukuran dadanya yang sekitar 36B
keliatan jelas banget belahannya ketika cewek itu sudah melepas
kemejanya.
“Wow, Joe…LOOK AT HER TITS….aku ingin
segera mencicipi tubuhnya….” Bisik Billie tanpa melepaskan padangan
matanya menatap tubuh Diana yang hanya mengenakan baju dalam.
“He…he….he…sabar, Bill…nanti kita cicipi sama-sama, sampai pagi!” sahut Joe yang makin bernapsu melihat hal itu.
Beberapa saat kemudian Diana beranjak
menuju kekamar mandi. Sementara itu Emilo yang berhasil membuka pintu
depan segera memberi aba-aba pada teman-temannya untuk masuk. Para
berandal itu sudah memperhitungkan segalanya, mereka mengunci pintu dari
dalam sehingga nanti mereka bebas bertindak. Kabel telpon sudah mereka
putus, cewek itu tinggal sendirian dan lagi badai yang akan datang
sangat menguntungkan rencana mereka. Dengan leluasa mereka masuk ke
kamar cewek itu. Jack membuka kulkas, yang lain masuk ke kamar Diana.
Edi memeriksa lemari pakaian Diana.
“Hai….lihat apa yang kutemukan!” sambil menunjukkan barang temuannya. Joe segera menyahut celana dalam itu.
“Hmmmmm….mmmm…” Joe mencium celana dalam.
“Ingat aku yang pertama bercinta dengannya!” sahutnya sambil tersenyum penuh arti. Para berandal itu tak sabar membayangkan apa yang akan mereka nikmati. Lalu mereka mengambil posisi untuk bersembunyi.
“Ingat aku yang pertama bercinta dengannya!” sahutnya sambil tersenyum penuh arti. Para berandal itu tak sabar membayangkan apa yang akan mereka nikmati. Lalu mereka mengambil posisi untuk bersembunyi.
Diana selesai mandi menuju keruang
tengah. Tubuhnya hanya terbalut oleh baju dalam dan kemeja putih, duduk
menikmati acara TV kabel. Waktu itu pukul 20:30, cewek itu tidak menaruh
curiga bahwa ada orang lain dalam rumahnya. Tiba-tiba dari arah
belakang salah seorang berandal maju mendekap tubuhnya. Diana terkejut
dan segera berontak melepaskan diri.
“EVER BEEN GANG RAPED BABY? DON’T KNOW WHAT YOU BEEN MESSIN! YOU STILL REMEMBER US DON’T YOU……” ejek Edi.
Diana segera mengenali wajah itu menjadi ketakutan sekali, ia tak menyangka kalau para berandal itu benar-benar melaksanakan ancamannya.
Diana segera mengenali wajah itu menjadi ketakutan sekali, ia tak menyangka kalau para berandal itu benar-benar melaksanakan ancamannya.
Joe maju menerkamnya tiba-tiba, cewek itu
menjerit ketakutan ketika berhasil dipeluk. Ia meronta-ronta dan
menendang Joe. Tanpa disadarinya tendangannya mengenai selangkangan Joe
membuatnya meringis kesakitan dan melepaskan dekapannya. Diana segera
melepaskan diri dan lari menuju pintu depan. Para berandal segera
mengejarnya sambil menyorakinya. Dengan sekuat tenaga pintu depan itu
berusaha dibuka, tetapi usahanya sia-sia.
“Wooooo……woooooo……ha…ha…ha….ayo sayang,
mau lari kemana kamu hah….ayo sini…ha…ha….ha…” Ejek para berandal yang
mengejarnya dari belakang. Diana segera dikepung oleh para berandal.
Mereka menyoraki ketidak berdayaannya. Diana didesak terus sampai
merapat kedinding, Joe yang tadi meringis kesakitan mulai maju. Pada
saat cewek itu hampir putus asa, ia berhasil berkelit dari kepungan
berandal itu, lolos dan lari menuju ke dapur, Diana bermaksud lari lewat
pintu belakang. Para berandal segera mengejarnya lagi. Nasib sial bagi
Diana, begitu tangannya berhasil menyentuh gagang pintu, para berandal
berhasil menangkapnya kembali. Rambut pirang Diana yang panjangnya
sebahu terjambak, sehingga ia tidak bisa berbuat apa-apa.
“Aaaahhhh….aammpun…aaah” hiba Diana, sementara para berandal tersenyum sinis memandangnya.
“Sayang…. Kami akan memberimu pengalaman yang tak akan kau lupakan! kau tadi telah merusak acara pesta kami, sekarang kau harus membayarnya dengan tubuhmu yang indah itu……ha…ha..ha…, oya kau juga akan menyesal telah menendang punyaku, akan kujoblos kau sampai mampus! ” Joe maju dari kerumunan temannya.
“Sayang…. Kami akan memberimu pengalaman yang tak akan kau lupakan! kau tadi telah merusak acara pesta kami, sekarang kau harus membayarnya dengan tubuhmu yang indah itu……ha…ha..ha…, oya kau juga akan menyesal telah menendang punyaku, akan kujoblos kau sampai mampus! ” Joe maju dari kerumunan temannya.
Diana tak berdaya, rambutnya dijambak
sementara tangannya dilipat kebelakang. Dari dapur ia diseret menuju
ruang tamu saat itu pukul 20:45. Disana ia dikelilingi oleh kelima
berandal sambil didorong-dorong.
“Sayang, kita akan berpesta denganmu!” seru Edi tak sabar sambil mendorong ke arah Billie.
“Ha…..ha…ha…. kau tak akan bisa lolos kali ini….” Ejek Billie sambil mendekap tubuh Diana. Mereka berteriak-teriak membuat Diana makin ketakutan.
“Ha…..ha…ha…. kau tak akan bisa lolos kali ini….” Ejek Billie sambil mendekap tubuh Diana. Mereka berteriak-teriak membuat Diana makin ketakutan.
“Kemarikan dia Bill….HEY BABE, I BET MY
COCK WOULD FEEL REAL GOOD WARPED UP IN YOUR PUSSY!” seru Jack tak sabar,
sambil mempraktekkan gaya bercinta penuh napsu. Diana didorong ke arah
Jack yang segera merangkul nya dari depan. Mulutnya segera mencari dada
cewek itu, sementara pinggulnya bergerak maju mundur seakan sedang
bercinta dengannya.
“Wooooo…. Wooooou…..FUCK YOU GIRL, FUCK YOU…..” Jack menggerayangi cewek itu.
“Aaaahhhh…….aaam…punnn….aahhh…..jaa…aa ahhhh!!!” jerit Diana ketakutan.
“Aaaahhhh…….aaam…punnn….aahhh…..jaa…aa ahhhh!!!” jerit Diana ketakutan.
Tiba-tiba dengan satu sabetan, tangan
salah satu berandal merobek kemeja putih Diana, membuat cewek itu
terpelanting. Emilo segera mendekap dari belakang. Sekarang tubuh Diana
hanya mengenakan BH dan celana dalam saja, membuat mereka makin
menjadi-jadi.
“Ah…aahh…aahh!” jerit Diana ketika tangan
Emilo yang mendekap tubuhnya dari belakang mulai menggerayangi pahanya
yang putih mulus.
“Kita akan memberimu pengalaman yang tak terlupakan, manis…ha…ha…ha…” bisik Emilo.
“Kita akan memberimu pengalaman yang tak terlupakan, manis…ha…ha…ha…” bisik Emilo.
Para berandal lainnya ikutan beraksi.
Tangan Edi meremas remas buah dada Diana. Jack memburu kemaluan Diana,
sementara Billie dan Joe buka baju dan celana panjang mereka sambil
tertawa sinis. Tubuh para berandal itu terlihat begitu kekar dan
berotot.
“HEY, SOMEBODY GET BEHIND THE BITCH AND
HOLD HER ARMS, I’M FUCKING HER FIRST!” Joe memberi aba-aba yang langsung
disetujui teman-temannya. Cewek itu meronta-ronta di bopong kelima
berandal itu keruang tengah.
“Jack, Emilo, kau pegangi tangan dan kakinya, terlentangkan dia di meja ini” perintah Joe.
Lonceng berdentang menunjukkan pukul 21:00. Disana Diana diterlentangkan di atas sebuah meja bundar. Masing-masing tangan dan kakinya dipegangi erat-erat oleh para berandal. Sinar lampu diatas meja membuat cewek itu silau, Diana hanya bisa melihat tubuh-tubuh kekar mengerubunginya dan tangan-tangan berotot meraba-raba dadanya, wajah sinis dan suara tawa para berandal mengejek ketidak berdayaannya.
Lonceng berdentang menunjukkan pukul 21:00. Disana Diana diterlentangkan di atas sebuah meja bundar. Masing-masing tangan dan kakinya dipegangi erat-erat oleh para berandal. Sinar lampu diatas meja membuat cewek itu silau, Diana hanya bisa melihat tubuh-tubuh kekar mengerubunginya dan tangan-tangan berotot meraba-raba dadanya, wajah sinis dan suara tawa para berandal mengejek ketidak berdayaannya.
Lidah Joe menelusuri lehernya yang
jenjang. Diana berontak berusaha melepaskan diri, tetapi apa daya tenaga
seorang cewek dibanding dengan lima laki-laki yang kesetanan. Jack dan
Edi memegangi kakinya, sementara tangan kanan dan kiri Diana dipegangi
erat-erat oleh Emilo dan Billie. Joe mencumbunya dengan kasar dan penuh
napsu, tangannya dengan liar meremas-remas buah dada Diana.
“I CAN SEE THE NIPPLES POKING AT HER BRA!” kata Joe yang langsung disambut oleh tawa para berandal.
“HEY, CUT THAT BRA OFF MAN. WHAT’S WRONG WITH YOU?” sahut Emilo sudah tidak sabar lagi.
“Aaaah…..aaah….ooh…jangan…..aahkh!” jerit Diana ketika dengan satu hentakan kasar tangan Joe merobek BH yang dikenakannya. Para berandal makin seru menyorakinya. Mulut Joe segera melumat buah dada Diana yang sintal, sementara tangan kirinya masih meremas-remas buah dada sebelah kanan Diana. “Aaaaah….aaoooh…..ooooh…aahh …aaaahh…aaahhhhh….” desah Diana mengeliat-liat. Putingnya dijilati penuh napsu oleh lidah Joe.
“HEY, CUT THAT BRA OFF MAN. WHAT’S WRONG WITH YOU?” sahut Emilo sudah tidak sabar lagi.
“Aaaah…..aaah….ooh…jangan…..aahkh!” jerit Diana ketika dengan satu hentakan kasar tangan Joe merobek BH yang dikenakannya. Para berandal makin seru menyorakinya. Mulut Joe segera melumat buah dada Diana yang sintal, sementara tangan kirinya masih meremas-remas buah dada sebelah kanan Diana. “Aaaaah….aaoooh…..ooooh…aahh …aaaahh…aaahhhhh….” desah Diana mengeliat-liat. Putingnya dijilati penuh napsu oleh lidah Joe.
“Ha….ha….ha…. kau sungguh mengiurkan
sayang!” tawa Billie menelan ludah tak sabar ingin segera menikmati
gilirannya. Joe sekarang membuka celana dalamnya sendiri, penisnya yang
hitam besar 10 inci itu terlihat tegak siap beraksi.
“Kenyal sekali…..ha…ha…ha…”seru Joe
sambil menerkam dan mulutnya menciumi buah dada cewek itu dengan buas.
Tubuh Diana mengeliat-liat membusur, sementara buah dadanya
diremas-remas sampai merah. Lidah Joe menelusuri buah dada Diana, lalu
turun ke daerah perut dan menjilati pusarnya. Beberapa saat kemudian
sambil tersenyum sinis, mata Joe memelirik kearah paha Diana.
“Oooohhh….jangan…..aaahhhh….” hiba Diana ketakutan tidak berani membayangkan diperkosa oleh kelima berandal kekar dan berotot.
Lalu tangan Joe mulai memelorot celana dalam Diana. Cewek itu berusaha mempertahankannya,
“Ha..ha…ha…percuma kau berontak manis!” ejek Joe ketika Diana berontak sekuat tenaga, tetapi Billie dan Emilo makin erat memegangi tangan Diana, perlahan- lahan celana dalamnya terlepas, rambut kemaluan Diana terlihat ketika celana dalam berwarna pink itu dari pinggul dilorot turun kepahanya dan akhirnya terlepas.
“Ha..ha…ha…percuma kau berontak manis!” ejek Joe ketika Diana berontak sekuat tenaga, tetapi Billie dan Emilo makin erat memegangi tangan Diana, perlahan- lahan celana dalamnya terlepas, rambut kemaluan Diana terlihat ketika celana dalam berwarna pink itu dari pinggul dilorot turun kepahanya dan akhirnya terlepas.
“Cihuuuiiii……Ha…ha…ha….PARTY TIMES…
ha…ha…ha….” Teriaknya sambil memutar-putar celana dalam itu, lalu dicium
dalam-dalam menikmati aromanya dan dilemparkan kelantai. Mata Joe
jelalatan memandangi Diana yang telanjang bulat terlentang diatas meja.
Diana lemas karena ketakutan, ia tak berani membayangkan para berandal
itu akan ‘menelan tubuhnya ramai-ramai’. Para berandal makin ramai
menyorakinya, mata mereka jelalatan memandang setiap lekuk tubuh Diana.
Emilo yang tadi memegangi tangan Diana digantikan oleh Billie.
“Oooooh…..aaaahh….am…pun…..aaaah…jang… an…aaahh..” hiba tangis Diana.
“Diam!….THERE’S GOING TO BE A BIG PARTY IN YOUR PUSSY TONIGHT…..Ha…ha…ha…kita lihat siapa yang paling hebat bercinta denganmu!” ejek Emilo mendekati Diana sambil mengeluarkan pisau lipat. Diana ketakutan ketika Emilo memainkan pisau itu diantara buah dadanya sambil tersenyum sinis memandang tubuhnya. Pisau itu bergerak kearah puting susunya dan diputar-putar mengelilingi belahan buah dada Diana yang naik-turun karena napasnya tak beraturan. Hal itu membuat para berandal benar-benar terangsang. Pisau itu terasa dingin di buah dada Diana, lalu pisau itu bergerak kearah perut cewek itu dan turun ke daerah bawah pusar cewek itu. Edi menyeringai penuh arti ketika mengetahui apa yang akan dilakukan oleh Emilo dengan pisau lipatnya.
“Diam!….THERE’S GOING TO BE A BIG PARTY IN YOUR PUSSY TONIGHT…..Ha…ha…ha…kita lihat siapa yang paling hebat bercinta denganmu!” ejek Emilo mendekati Diana sambil mengeluarkan pisau lipat. Diana ketakutan ketika Emilo memainkan pisau itu diantara buah dadanya sambil tersenyum sinis memandang tubuhnya. Pisau itu bergerak kearah puting susunya dan diputar-putar mengelilingi belahan buah dada Diana yang naik-turun karena napasnya tak beraturan. Hal itu membuat para berandal benar-benar terangsang. Pisau itu terasa dingin di buah dada Diana, lalu pisau itu bergerak kearah perut cewek itu dan turun ke daerah bawah pusar cewek itu. Edi menyeringai penuh arti ketika mengetahui apa yang akan dilakukan oleh Emilo dengan pisau lipatnya.
“Ayo Milo, cukur sampai habis…..ha…ha…ha…ha…” seru Edi kegirangan.
“Aaaahh…..ohhhh…jangan….aaah….” teriak Diana sambil berontak, tetapi para berandal itu makin mempererat pegangannya, sementara pisau lipat itu dengan buas mulai beraksi mencukur rambut kemaluannya.
“Aaaahh…..ohhhh…jangan….aaah….” teriak Diana sambil berontak, tetapi para berandal itu makin mempererat pegangannya, sementara pisau lipat itu dengan buas mulai beraksi mencukur rambut kemaluannya.
“Ha…ha….ha… kesempatan yang langka ini
tak akan kami lewat begitu saja. Ayo manis berteriaklah semaumu, tak
akan ada yang mendengarmu saat ini.” Ejek Joe sambil menerkam buah dada
Diana, diremasnya kuat-kuat membuat cewek itu mengerang kesakitan
sementara Emilo mencukur rambut kemaluannya tanpa foam pelicin sehingga
Diana merasa perih. Billie, Jack dan Edi yang memegangi kaki dan kedua
tangan Diana tertawa melihat cewek itu meronta-ronta.
“Aaaaaagggg….aaaaoooohh….ooooohhh…oohh.. .” desah Diana buah dadanya
diremas-remas oleh Joe. Suara desahan itu membuat para berandal itu
makin terangsang.
Dengan buas pisau Emilo beraksi, dalam
beberapa menit saja rambut kemaluan Diana telah tercukur habis. Daerah
kulit bawah perut Diana yang tadinya ada rambut kemaluannya terlihat
memerah. Emilo tersenyum puas, Joe segera maju sambil mementang kaki
cewek itu lebar-lebar, sekarang ia berada diantara pahanya , memandang
kemaluan Diana yang terlihat jelas karena rambut disekitar daerah itu
habis tercukur.
“Ha…ha…ha…buah dadamu sungguh lezat, NOW
I’LL EAT YOUR PUSSY!” kata Joe sambil menjilatkan lidahnya sementara
matanya melirik kearah kemaluan Diana.
“Oooooh….lepas…kan….jang…an ..oooOOAAHH!” tangis Diana terhenti ketika Joe mulai menjilatinya. Lidah itu seakan menjulur panjang menjelajahi lorong vagina Diana. Tubuh cewek itu mengelinjang-gelinjang, sementara lidah Joe bergerak seperti cacing menggali lobang.
“Oooooh….lepas…kan….jang…an ..oooOOAAHH!” tangis Diana terhenti ketika Joe mulai menjilatinya. Lidah itu seakan menjulur panjang menjelajahi lorong vagina Diana. Tubuh cewek itu mengelinjang-gelinjang, sementara lidah Joe bergerak seperti cacing menggali lobang.
“Oooooohhhhh…aaaauuuuoooo…oooouuu…aaaah.
..” Desis Diana sementara kepalanya hanya bisa menggeleng ke kiri dan
kanan. Tubuh Diana bergetar, tangannya mengepal erat-erat, Emilo
menciumi leher dan daerah sekitar ketiak, sambil tangannya mencubit
puting susu cewek itu. Jack melepaskan kaki cewek itu, dan ikutan
mencumbu perut Diana. Lidah Jack menjilati pusar cewek itu.
“Uuuuuuhhhh….oooouuh…ooohhh…” suara desah Diana makin keras, ketika lidah Joe masuk makin dalam divaginanya.
“Ha…ha…ha….percuma kau berontak sayang, mau tak mau kau akan menikmati pesta ini!” ejek salah satu berandal.
Buah dada Diana memerah dan mengembang karena remasan tangan Emilo.
“Ha…ha…ha….percuma kau berontak sayang, mau tak mau kau akan menikmati pesta ini!” ejek salah satu berandal.
Buah dada Diana memerah dan mengembang karena remasan tangan Emilo.
Joe makin bersemangat, ketika vagina
Diana mulai berlendir. Lidah itu menjelajah makin dalam bersamaan dengan
pekik desah Diana. Emilo masih mengulum buah dada cewek itu. Putingnya
disedot kuat-kuat, membuat cewek itu mengeliat menahan rasa nikmat dan
sakit yang bercampur menjadi satu. Tanpa disengaja dari puting buah dada
Diana keluar cairan putih seperti susu. Emilo lebih bersemangat lagi
menyedoti cairan itu, sementara tangannya meremas-remas buah dada Diana
agar keluar lebih banyak.
“Uuuuggghhhh……uuuuuhhhh….uuuhhhh….aaauuuhh hhh….” desis Diana dengan napas tersedak-sedak.
“Ha…ha…ha….ternyata tubuhmu menghianatimukan? Diam-diam kau menikmatinya……BITCH!!!!” ejek Emilo sambil menyedoti buah dada Diana, kanan-kiri.
“Ha…ha…ha….ternyata tubuhmu menghianatimukan? Diam-diam kau menikmatinya……BITCH!!!!” ejek Emilo sambil menyedoti buah dada Diana, kanan-kiri.
Lonceng berbunyi menunjukkan pukul 21:30.
Rupanya para berandal itu senang bermain-main dengan tubuhnya dan
berniat melakukan WARMING-UP sebelum memperkosanya. Diana hanya bisa
mengeliat-liat dikerubuti para berandal yang kekar. Lidah Joe dengan
lahapnya menjilati vagina Diana. Tidak puas hanya lidah, sekarang jari
tangan Joe ikutan beraksi. Jari tengah dan telunjuk Joe masuk di lobang
kemaluan cewek itu, diputar-putar seolah-olah mengaduk-aduk vagina
Diana, sementara lidahnya ikut menjilati bibir kemaluan Diana.
“Aaaauuuuhhhhh……uuuuuhhh…..aaahhhh” desah
cewek itu makin keras, membuat para berandal itu tertawa mengejek
ketidak berdayaannya. Jari tangan Joe menusuk masuk dan bermain-main
dengan klitorisnya, membuat Diana mengelinjang-gelinjang. Mata Diana
terpejam, kepalanya menggeleng ke kiri kanan, Jack menciumi pusarnya,
tangan Emilo meremas-remas buah dadanya. Setelah puas bermain-main, Joe
mementang kedua kaki Diana.
“Joe mau pakai kondom?” tanya Billie. Joe menolak usul Billie.
“NO WAY….Ha…ha…ha….I WANT TO FEEL SKIN TO SKIN…ok sekarang saatnya manis… NOW LETS SEE JUST HOW TIGHT YOUR CUNT IS!” Joe mengangkat pinggul Diana tinggi-tinggi. Penisnya sekarang digesek-gesekkan disekitar bibir kemaluan Diana berusaha menyibak belahannya. Mata cewek itu terbelalak kaget ketika merasakan kepala penis Joe yang besar dan hangat. Batang penis itu berdenyut-denyut dibibir kemaluannya.
“NO WAY….Ha…ha…ha….I WANT TO FEEL SKIN TO SKIN…ok sekarang saatnya manis… NOW LETS SEE JUST HOW TIGHT YOUR CUNT IS!” Joe mengangkat pinggul Diana tinggi-tinggi. Penisnya sekarang digesek-gesekkan disekitar bibir kemaluan Diana berusaha menyibak belahannya. Mata cewek itu terbelalak kaget ketika merasakan kepala penis Joe yang besar dan hangat. Batang penis itu berdenyut-denyut dibibir kemaluannya.
“Ohhh…ohhhh sekarang saatnya!” pikiran Diana melayang jauh ketika Joe mulai beraksi menindih tubuhnya.
“Ayo Joe cumbu dia sampai mampus……Cihuuui!!!” para berandal itu memberi semangat.
“Ayo Joe cumbu dia sampai mampus……Cihuuui!!!” para berandal itu memberi semangat.
Joe merasakan rasa hangat yang mengalir
pada kepala batang kemaluannya yang sudah menancap tepat pada pintu gua
kenikmatan milik cewek itu. Joe menekan perlahan, seperempat dari bagian
kepala kemaluannya mulai terbenam ….Diana menahan napas …. ditekan
lebih dalam lagi …. separuh dari bagian kepala kemaluannya melesak masuk
…. dengan lebih bertenaga Joe mendesak batang kemaluannya untuk masuk
lebih dalam lagi.
“Ayo Joe! sedikit lagi! Masukin saja semua! Biar dia rasain Joe!” Emilo menyoraki Joe sambil meremas-remas buah dada Diana.
“AAAgggh!!!!” Pekik Diana merasakan
sesuatu yang menyakitkan dipangkal pahanya ketika seluruh kepala
kemaluan Joe sudah terbenam kedalam liang hangat miliknya, dengan satu
hentakan yang kuat, penis Joe menyeruak masuk ke dalam vagina Diana
membuatnya memekik kesakitan.
Sementara badai diluar mulai turun dengan
deras dimulailah pesta perkosaan itu. Diana terlentang diatas meja
bundar diruang tengah, tangan dan kakinya dipegangi erat-erat oleh
Billie dan Edi, buah dadanya dijilati, disedoti oleh Jack dan Emilo,
sementara penis Joe mengoyak-koyak vaginanya dengan ganas.
“Aaagh…..aaahh….ooooh….ooohh…” suara
rintih Diana seiring dengan gerakan ayunan pinggul Joe yang kuat. Senti
demi senti batang kemaluan Joe menelusur masuk menerobos keketatan liang
kemaluan Diana yang sudah basah berlendir itu. Setiap ayunan Joe
membuat tubuhnya mengelepar kesakitan karena penis yang besar itu
berusaha masuk lebih dalam. Suara desahan Diana membuat para berandal
itu makin bernapsu menikmati tubuhnya.
“Ayo Joe…..genjot terus sampai mampus….. ha…ha…ha…” seru salah satu berandal.
Joe merasakan begitu ketatnya ujung kemaluannya terjepit di dalam vagina Diana, selang beberapa saat penis itu terhenti menerobos keluar masuk.
Joe merasakan begitu ketatnya ujung kemaluannya terjepit di dalam vagina Diana, selang beberapa saat penis itu terhenti menerobos keluar masuk.
“CAN’T SEEM TO GET MY COCK DEEP ENOUGH
INTO YOU BABY!” Joe mengatur posisi pinggulnya, “YOU SO DAMN TIGHT!.”
kemudian dengan satu hentakan yang kuat membuat batang penis itu hilang
tertelan kemaluan Diana.
“AAAaaaaggggkkk!!” suara lolong histeris Diana ketika dengan satu hentakan kuat tanpa masalah penis itu beraksi lagi di liang vagina Diana yang berlendir, rupanya selaput perawan Diana robek.
“AAAaaaaggggkkk!!” suara lolong histeris Diana ketika dengan satu hentakan kuat tanpa masalah penis itu beraksi lagi di liang vagina Diana yang berlendir, rupanya selaput perawan Diana robek.
“Uuuugggghhhh…. SO YOU’RE STILL A VIRGIN?
Ha…ha…ha….manis, kau tak akan melupakan pengalaman ini!” ejek Joe,
Penis itu dengan mudah menerjang keluar masuk dengan cepat, sementara
tubuhnya menghentak hentak barbar diatas Diana yang mendesah-desah tak
berdaya. Kemaluan Diana terasa akan robek oleh desakan penis Joe yang
menyeruak masuk keluar dalam-dalam seperti membor kilang minyak. Joe
melengkuh-lengkuh nikmat, pinggulnya berayun-ayun memompa, penis itu
keluar masuk.
Kaki Diana terangkat tinggi diatas meja
terayun-ayun seirama gerakan pinggul Joe menghujamkan keluar masuk
batang penisnya yang dengan barbar beraksi divaginanya.
Diana berharap ia dapat pingsan saat itu
juga supaya tidak merasakan sakit yang tak terlukiskan itu. Para
berandal itu menyanyikan lagu “ROW YOUR BOAT”.
“Aaaahhh…aaaahh….ammm….pun….aahh…
aaahh…aaahh….sakit..ahhhhh..aaaahhh….”jerit Diana. Pinggul Joe bergerak seperti pompa. Penis itu keluar masuk seiring desahan Diana.
“Aaaahhh…aaaahh….ammm….pun….aahh…
aaahh…aaahh….sakit..ahhhhh..aaaahhh….”jerit Diana. Pinggul Joe bergerak seperti pompa. Penis itu keluar masuk seiring desahan Diana.
“Ayo Joe coblos terus, coblos…coblos…woooo…
wooooo BABY….” teriak Emilo sambil menciumi dada cewek itu.
wooooo BABY….” teriak Emilo sambil menciumi dada cewek itu.
“Delapan puluh delapan……delapan puluh sembilan….sembilan puluh…Ayo…” dengan semangat Edi menghitungi setiap hujaman penis Joe.
“Aaaaahhh….wahhhhaaa….aaaah….uuuuh…
uuugh….” pekik Diana, sementara Joe berayun-ayun diatas tubuhnya. Cewek itu hanya bisa terisak-isak. Suara petir menyambar di sela-sela badai.
uuugh….” pekik Diana, sementara Joe berayun-ayun diatas tubuhnya. Cewek itu hanya bisa terisak-isak. Suara petir menyambar di sela-sela badai.
“YEAAAHHH. HOW’S IT FEEL, BABE, HOW’S IT
FEEL WITH A REAL MAN’S BIG COCK IN YOUR BELLY? OOOOOOOOOOOOO YOU FEEL SO
GOOD, SO HOT.” ejek Joe sambil memaksa Diana yang mendesah untuk
melihat penisnya mengenjot keluar masuk lorong vaginanya. Diana bisa
merasakan setiap inci dari otot dibatang penis Joe bergerak menelusuri
lorong kemaluannya.
“Uuuh…uuuh….uuaah…” lengkuh Joe, sudah
sekitar setengah jam dia berayun-ayun diatas cewek itu, keringat
membasahi tubuh keduanya, tetapi gerakan pinggulnya tetap ganas,
penisnya menyodok-sodok dikemaluan Diana, tangannya menggerayangi
pahanya dengan liar.
Sementara itu Emilo membuka celana
panjang dan celana dalamnya sendiri, penisnya panjang, (tetapi tidak
sebesar Joe sekitar 8.7 inci) sudah tegak menegang. Jack masih asyik
menyedoti puting buah dada Diana. Sesekali cewek itu berusaha
memberontak, tetapi Edi dan Billie mempererat pegangannya. Joe
melengkuh-lengkuh nikmat di atas tubuh Diana yang mengeliat-liat menahan
berat tubuh Joe yang menindihnya.
“Seratus enam puluh enam…… seratus enam
puluh tujuh…..seratus enam puluh delapan…..ayo Joe taklukan
dia….ha…ha…ha…” Edi menyemangati yang langsung diikuti oleh para
berandal yang lain.
“Seratus tujuh puluh tiga….seratus tujuh
puluh empat…seratus tujuh puluh lima….” Para berandal yang lain ikutan
menyemangati Joe.
Tubuh dan buah dada Diana
berguncang-guncang seirama dengan hentakan genjotan Joe yang makin liar.
Vaginanya terasa terbakar oleh gesekan penis Joe yang buas.
“Aaaaaaahhhh…..aaaaaa….aaaaaahh…..aahhhh…. ..ooooohhh” Diana melolong menahan sakit.
“Ayo…….ayo….seratus delapan puluh delapan…..seratus delapan puluh sembilan….seratus sembilan puluh….ha…ha…ha…” Edi memberi semangat.
“Ayo…….ayo….seratus delapan puluh delapan…..seratus delapan puluh sembilan….seratus sembilan puluh….ha…ha…ha…” Edi memberi semangat.
“Uuuuaah….uuuuuh….uuughh…tubuhmu nikmat
sekali!” Joe mengejek Diana yang mengigit bibirnya menahan sakit.
Pinggulnya maju mundur diantara selangkangan cewek itu. Jack dengan
gemas mengigit puting buah dada Diana, sementara tangannya yang satu
meremas- remas buah dada sebelah kanan.
“Aaaaahh……uuuughhh…..uuughh…uuukkkh….ooo uuuughh…” rintih Diana, sementara gerakan Joe mulai pelan, tapi mantap.
“Seratus sembilan puluh enam…..seratus
sembilan puluh tujuh….” Semua berandal menyemangati Joe. Batang penisnya
keluar masuk dengan barbar.
“”I’M COMING, BABY!” lengkuh Joe.
“OH GOD! NO, PLEASE ! NOOOOO!! NOO! DON’T COME INSIDE ME!!! NOOO, PLEASE!!!!…..AAAKKKHHHH!” kepala Diana terjengkang keatas, sementara terdengar suara lolong kesakitan ketika batang penis itu menghujam dalam-dalam divaginanya.
“”I’M COMING, BABY!” lengkuh Joe.
“OH GOD! NO, PLEASE ! NOOOOO!! NOO! DON’T COME INSIDE ME!!! NOOO, PLEASE!!!!…..AAAKKKHHHH!” kepala Diana terjengkang keatas, sementara terdengar suara lolong kesakitan ketika batang penis itu menghujam dalam-dalam divaginanya.
Dengan satu hentakan kuat Joe mencapai klimax, penisnya menyemburkan sperma dalam lorong kemaluan Diana.
“Uuuuuugggh…..ha…ha…ha….bagaimana?” ejek Joe sambil mencabut penisnya dengan perkasa.
“kau akan digilir sampai pagi!!…..ha…ha…ha…NEXT!!!” seru salah satu berandal.
“kau akan digilir sampai pagi!!…..ha…ha…ha…NEXT!!!” seru salah satu berandal.
Sementara itu kilat diluar
menyambar-yambar, waktu itu pukul 22:25. Diana hanya bisa terisak-isak,
Emilo maju sambil menyeringai. Tanpa perlawanan yang berarti, Emilo
sudah berada di antara selangkangan cewek itu.
“Ha…ha…ha…IS MY TIME TO RIDE, BABY I’M
GONNA TAKE MY TIME AND FUCK YOU NICE AND SLOW. LET’S SEE HOW LONG I CAN
KEEP MY DICK HARD IN THIS WONDERFULLY TIGHT CUNT OF YOURS. SEE HOW LONG I
CAN KEEP YOU MOANS…..!” ejek Emilo, sementara batang penisnya dengan
mudah masuk ke vagina Diana. Emilo memulai gerakannya, pinggulnya
bergerak memutar, memastikan penisnya masuk penuh, lalu bergerak maju
mundur perlahan tapi dalam. Pinggulnya berayun-ayun pelan dan mantap,
diantara kedua paha Diana yang terbuka lebar, sambil meremas-remas buah
dadanya. Kadang jari-jari tangan Emilo melintir-lintir puting susu cewek
itu, tubuh Diana hanya bisa mengeliat-liat, sementara dari bibirnya
yang terbuka terdengar suara erangan dan desah.
Penis itu beraksi di vaginanya,
pinggulnya diangkat ke antara pinggang Emilo yang maju mundur. Jack
meninggalkan kerumunan menuju kulkas diruang makan. Joe duduk disofa,
sambil melihat teman-
temannya beraksi diatas tubuh Diana. Billie masih dengan erat memegangi tangan kanan dan kiri Diana, juga Edi yang memegangi kedua kaki Diana. Suara desah erangan cewek itu bagai musik merdu ditelinga mereka. Tubuh Diana basah kuyup karena keringat, sementara Emilo melengkuh-lengkuh nikmat.
temannya beraksi diatas tubuh Diana. Billie masih dengan erat memegangi tangan kanan dan kiri Diana, juga Edi yang memegangi kedua kaki Diana. Suara desah erangan cewek itu bagai musik merdu ditelinga mereka. Tubuh Diana basah kuyup karena keringat, sementara Emilo melengkuh-lengkuh nikmat.
“Ooooooooohhhhhh…….uuuuuuhhhhh…..uuuhhhh…. .uuhhh…..
ha…ha…ha….” suara Emilo, penisnya yang panjang tanpa ampun terus mengenjot kemaluan Diana. Buah dadanya dijadikan bual-bualan oleh Emilo. Giginya mengigiti putingnya dengan gemas, membuat Diana menjerit kesakitan. Terlihat bercak-bercak merah bekas cupangan disekitar leher dan dada ditubuh Diana.
ha…ha…ha….” suara Emilo, penisnya yang panjang tanpa ampun terus mengenjot kemaluan Diana. Buah dadanya dijadikan bual-bualan oleh Emilo. Giginya mengigiti putingnya dengan gemas, membuat Diana menjerit kesakitan. Terlihat bercak-bercak merah bekas cupangan disekitar leher dan dada ditubuh Diana.
“Aaaahhh…..aaaaoooohhh….ooooohhhhhh…ooooohhh
h…..” desah Diana merasakan penis Emilo menusuk keluar masuk
divaginanya. Sudah sekitar lima belas menit Emilo beraksi, tubuh Diana
berguncang-
guncang seirama ayunan pinggul Emilo.
guncang seirama ayunan pinggul Emilo.
Pukul 23.10. Kilat dan guntur bersahutan diluar, membuat jalanan bertambah sepi.
“Hah…hah….hah……uuuggghhh…”lengkuh Emilo, sekarang ayunannya tidak perlahan seperti pertama, tetapi berirama cepat dan dalam. Vagina Diana terasa perih terbakar oleh gesekan penis Emilo.
“Ha….ha…ha….. tunggu punyaku manis, YOU WILL LOVE IT!” seru Edi sambil mengolesi penisnya sendiri dengan selei sehingga kepala penis itu terlihat gilap dan lebih besar dari yang sebelumnya.
“Hah…hah….hah……uuuggghhh…”lengkuh Emilo, sekarang ayunannya tidak perlahan seperti pertama, tetapi berirama cepat dan dalam. Vagina Diana terasa perih terbakar oleh gesekan penis Emilo.
“Ha….ha…ha….. tunggu punyaku manis, YOU WILL LOVE IT!” seru Edi sambil mengolesi penisnya sendiri dengan selei sehingga kepala penis itu terlihat gilap dan lebih besar dari yang sebelumnya.
“Uuuuuggghhhh…….uuuuuggghh…… uuuugggghhhh……”desah Diana pendek seirama keluar masuk penis Emilo di kemaluannya.
Edi meremas-remas penisnya sendiri, sambil memandangi setiap lekuk tubuh Diana.
“Ha…ha…ha….Ed, kau sudah tak sabar ya?……” tanya Billie sambil matanya terkagum melihat penis Edi yang makin besar, sehingga kepala penis itu seperti jamur.
“Oooooohhhhhh….uuugggghhh…..oooohh……
oooohh……..HERE I CAMEEE……!!!!” jerit klimax Emilo, penisnya menghujam dalam-dalam sambil menyemprotkan cairan putih.
“Aaaaaaakkkkkhhhhhhh……oooohhh……” pekik Diana diantara lengkuhan nikmat Emilo.
Emilo mencium kening Diana yang terlentang terengah-engah diatas meja.
“FUCK YOU BABE!…..ha…ha..ha….” ejek Emilo sambil mencabut penisnya.
Edi meremas-remas penisnya sendiri, sambil memandangi setiap lekuk tubuh Diana.
“Ha…ha…ha….Ed, kau sudah tak sabar ya?……” tanya Billie sambil matanya terkagum melihat penis Edi yang makin besar, sehingga kepala penis itu seperti jamur.
“Oooooohhhhhh….uuugggghhh…..oooohh……
oooohh……..HERE I CAMEEE……!!!!” jerit klimax Emilo, penisnya menghujam dalam-dalam sambil menyemprotkan cairan putih.
“Aaaaaaakkkkkhhhhhhh……oooohhh……” pekik Diana diantara lengkuhan nikmat Emilo.
Emilo mencium kening Diana yang terlentang terengah-engah diatas meja.
“FUCK YOU BABE!…..ha…ha..ha….” ejek Emilo sambil mencabut penisnya.
Posisinya segera digantikan oleh Edi.
Kepala penis yang besar itu digesek-gesekkan di antara paha Diana. Edi
memandangi tubuh Diana yang sintal dan mulus basah oleh keringat.
“LET’S GO TO HEAVEN, manis…ha…ha…ha….”
Bersamaan dengan kata itu Edi menciumi buah dada Diana, sementara
tangannya mengesek-gesekkan penisnya di bibir kemaluan cewek itu.
Teriakan Diana tertelan badai yang ganas,
pukul 23.45. Diana, meronta-ronta tubuhnya membusur digumuli Edi yang
penuh napsu, sementara para berandal yang lain tertawa terbahak-bahak.
Tangan Diana yang dipegangi oleh Billie,membuatnya tak bisa melawan,
sehingga dengan leluasa Edi menciumi tubuhnya. Dari leher, lidah Edi
terus menelusur turun ke buah dadanya, disedotnya kuat-kuat buah dada
cewek itu, membuatnya mengerang kesakitan, lidahnya menjilati dengan
lahap cairan yang keluar dari puting susu Diana. Tiba-tiba dengan
hentakan yang kuat penis Edi menerobos masuk kemaluan cewek itu.
“Aaaaakkkkkkkhhhhh…….”Diana berteriak
kesakitan. Penis itu terus berusaha masuk penuh, Diana bisa merasakan
kepala penis yang besar itu berusaha masuk lebih dalam di vaginanya.
“Uuuuugggghhhhh…..sempit sekali….uuuuaahh…
hhhaaaa….”seru Edi sambil terus mendorong masuk penisnya.
“Ayo…..Ed,……ha….ha…ha….masukkan semuanya….biar mampus dia!” teriak Joe menyemangati Edi.
“Uuuuugggghhhhh…..sempit sekali….uuuuaahh…
hhhaaaa….”seru Edi sambil terus mendorong masuk penisnya.
“Ayo…..Ed,……ha….ha…ha….masukkan semuanya….biar mampus dia!” teriak Joe menyemangati Edi.
Sekarang kepala penis itu sudah masuk,
Edi diam sebentar merasakan otot vagina Diana yang berusaha menyesuaikan
diri dengan penisnya. Dinding vagina Diana serasa meremas-remas
penisnya, membuatnya lebih tegang.
“Ha….ha…ha….kulumat kau, manis!” bisik
Edi sambil mulai menggenjotkan penisnya dengan barbar. Joe menciumi
leher Diana, Jack meremas-remas buah dadanya, Emilo meratakan olesan
selai, sedangkan tangan Edi mementang pahanya agar lebih leluasa
penisnya bisa maju mundur diliang kemaluan Diana.
“Aaaahhhh……aaahhhhhh…..aaaggghhhh…
aaahhhhh…” lolongan desah Diana digarap ramai-ramai. Suara desah dan erangan Diana terdengar bagai musik merdu ditelinga para berandal. Tanpa menghiraukan Diana yang sudah kelelahan, mereka terus berpesta menikmati tubuh cewek itu. Bagai menyantap hidangan lezat, mereka melahap dan menjilati tubuh Diana yang basah, mengkilat karena olesan selai dan keringat. Penis Edi menerobos keluar masuk dengan cepat, sementara disetiap hentakan tubuhnya terdengar erangan Diana menghiba kesakitan. Jack yang meremas-remas buah dadanya sekarang mulai menjilatinya penuh napsu, sedangkan putingnya disedoti agar keluar cairan seperti susu, Joe terus menciumi leher Diana yang jenjang.
aaahhhhh…” lolongan desah Diana digarap ramai-ramai. Suara desah dan erangan Diana terdengar bagai musik merdu ditelinga para berandal. Tanpa menghiraukan Diana yang sudah kelelahan, mereka terus berpesta menikmati tubuh cewek itu. Bagai menyantap hidangan lezat, mereka melahap dan menjilati tubuh Diana yang basah, mengkilat karena olesan selai dan keringat. Penis Edi menerobos keluar masuk dengan cepat, sementara disetiap hentakan tubuhnya terdengar erangan Diana menghiba kesakitan. Jack yang meremas-remas buah dadanya sekarang mulai menjilatinya penuh napsu, sedangkan putingnya disedoti agar keluar cairan seperti susu, Joe terus menciumi leher Diana yang jenjang.
“Uuugggh…….uuuuggghhh……..aauughh…..
uuugghhh….uuuuggghhh….” rintih Diana, sudah sekitar lima belas menit Edi berpacu dengan birahi, peluh membasahi tubuhnya. Edi melengkuh-lengkuh penuh napsu, menikmati setiap inci hujaman penisnya dilorong kemaluan Diana.
uuugghhh….uuuuggghhh….” rintih Diana, sudah sekitar lima belas menit Edi berpacu dengan birahi, peluh membasahi tubuhnya. Edi melengkuh-lengkuh penuh napsu, menikmati setiap inci hujaman penisnya dilorong kemaluan Diana.
“Haaah…..haaah….uuuggh…..bagaimana manis, asik bukan…..kau akan digilir sampai pagi…ha…ha…
ha….Haah….haaah….” seru Edi sementara pinggulnya bergerak seperti memompa diantara kedua paha Diana. Buah dada cewek itu memerah diremas-remas dengan kasar oleh para berandal. Tubuh Diana berguncang-guncang dengan ganas seirama ayunan Edi.
ha….Haah….haaah….” seru Edi sementara pinggulnya bergerak seperti memompa diantara kedua paha Diana. Buah dada cewek itu memerah diremas-remas dengan kasar oleh para berandal. Tubuh Diana berguncang-guncang dengan ganas seirama ayunan Edi.
“He…he…he…..buah dadamu lezat sekali,
ya…..kau akan membayarnya dengan tubuhmu sayang!” ejek Jack sambil
menjilatkan lidahnya keudara sementara tangannya meremas-remas buah dada
cewek itu dengan napsu. Diana hanya bisa terisak-isak sambil menahan
sakit disekujur tubuhnya yang basah kuyup karena keringat dan selai.
Penis Edi makin ganas menggenjot cewek itu.
“Aaaauuh…..aaagggh……uuuuugggghhhh…
uuuughhhhh….” pikik desah Diana. Vaginanya terasa panas dan perih oleh gesekan penis Edi yang barbar.
uuuughhhhh….” pikik desah Diana. Vaginanya terasa panas dan perih oleh gesekan penis Edi yang barbar.
Badai masih ganas, didekat lantai meja
makan, terlihat BH dan celana dalam Diana berserakan sementara diatas
meja Diana diperkosa dengan ganas oleh lima berandal yang kekar,
tubuhnya dipentang dan dijilati penuh napsu. Buah dadanya dicengkram dan
diremas-remas, lehernya diciumi, puting dan pusarnya dijilati,
sementara Edi melengkuh-lengkuh nikmat, cewek itu hanya bisa merintih
dan mendesah karena penis besar dan hitam beraksi menghentak-hentak
barbar keluar masuk diantara selangkangannya. Waktu menunjukkan 24:16
Edi sudah hampir mencapai klimax, irama ayunan pinggulnya makin cepat
tanpa perduli Diana yang terengah-engah kelelahan, Jack menggigit puting
buah dadanya, membuat Diana mengerang kesakitan.
“aakkkh….aaahh…ooooohhhh…” rintih Diana diantara lengkuh nikmat Edi.
“Huuuh…uuuhhh…..uuuuhhh…..uhhhh….
HUUAAAHHHH…..” jerit Edi mencapai klimax, dengan satu hujaman yang kuat, penisnya masuk hilang tertelan dilorong vagina Diana.
“Huuuh…uuuhhh…..uuuuhhh…..uhhhh….
HUUAAAHHHH…..” jerit Edi mencapai klimax, dengan satu hujaman yang kuat, penisnya masuk hilang tertelan dilorong vagina Diana.
“Aaaaakkkkhhhh….” jerit Diana tertahan,
tubuh cewek itu mengeliat kejang, lalu lunglai, pingsan kelelahan,
sementara penis itu menyemburkan banyak sprema dalam vaginanya. Peluh
menetes dari tubuh Edi yang masih menindih cewek itu.
“Ha…ha…ha….tubuhmu sungguh menggairahkan
sekali…” Raut wajahnya terlihat puas, beberapa saat kemudian Edi
mencabut penisnya, sambil mencium leher Diana yang masih pingsan. Jack
siap-siap maju mengambil posisi.
“Biarkan dia istirahat dulu, nggak enak kalau nggak ada perlawanan” Cegah Joe.
“Kita beri dia obat perangsang saja!” usul Billie sambil tersenyum penuh napsu.
“Jangan, kita simpan itu untuk yang terakhir” Joe duduk disofa.
“Kita beri dia obat perangsang saja!” usul Billie sambil tersenyum penuh napsu.
“Jangan, kita simpan itu untuk yang terakhir” Joe duduk disofa.
Beberapa menit kemudian, sekitar pukul
24:40, Diana yang baru saja siuman dibopong ramai-ramai menuju kamarnya,
disana cewek itu dilempar ke ranjang dan langsung diterkam oleh para
berandal yang sekarang semuanya sudah telanjang bulat. Cewek itu
berusaha berontak melarikan diri, tetapi dengan cekatan para berandal
itu menerentangkan tubuh Diana. Cewek itu berteriak ketakutan ketika
para berandal dengan buas menggumuli tubuhnya.
“Aaaahhhh…..aampun…..aaaahhhh….”hiba
Diana, sementara Edi dengan kasar mulai meremas-remas buah dada
kanannya. Joe berusaha mencium bibirnya yang merah merekah. Emilo
menjilati dan menyedoti puting sebelah kiri.
“Aaaaduuuhh…aaaaawww…aaaahhh…..ja….
ja….ngan…”teriakan Diana tak digubris. Jack maju mengambil posisi diantara kedua kakinya, tersenyum sinis sambil membungkuk menciumi leher cewek itu. Diana mengeliat-liat tak berdaya. Lidah Jack menelusur turun dari lehernya menuju perutnya Diana.
ja….ngan…”teriakan Diana tak digubris. Jack maju mengambil posisi diantara kedua kakinya, tersenyum sinis sambil membungkuk menciumi leher cewek itu. Diana mengeliat-liat tak berdaya. Lidah Jack menelusur turun dari lehernya menuju perutnya Diana.
“Aaaaaahhh…..le…paskan…..aaaahhh” jerit Diana ditengah kerubutan berandal. Jack mulai menjilati daerah pusar Diana.
“Manis…tadi kulihat kau suka disco! bagaimana kalau sambil diputarkan lagu…hmmm?…
disco…rock…atau metal?….OK metal saja!” Billie mengejek Diana. Beberapa saat kemudian terdengar lagu metal, membuat para berandal itu lebih bersemangat menikmati setiap lekuk tubuh Diana.
disco…rock…atau metal?….OK metal saja!” Billie mengejek Diana. Beberapa saat kemudian terdengar lagu metal, membuat para berandal itu lebih bersemangat menikmati setiap lekuk tubuh Diana.
“Ha…ha…ha…manis, kami masih belum puas!” ejek Jack. Billie membaca surat yang ditemukannya dimeja rias pinggir ranjang.
“Hmmmm…..SO YOUR NAME’S Diana McCatry….
INTERESTING….” gumam Billie sambil melihat Diana yang mendesah-desah tak berdaya dijilati dan diciumi teman-temannya. Beberapa saat kemudian Billie naik keatas ranjang, berbaring disamping cewek itu.
INTERESTING….” gumam Billie sambil melihat Diana yang mendesah-desah tak berdaya dijilati dan diciumi teman-temannya. Beberapa saat kemudian Billie naik keatas ranjang, berbaring disamping cewek itu.
“Nah Diana sayang, ARE YOU READY TO LOSE
YOUR VIRGINITY IN ANOTHER HOLE? kau benar-benar beruntung manis! kau
pasti puas!” kata Billie sambil menjilat muka cewek itu yang menangis
ketakutan. Billie merangkul tubuhnya dari samping dan digulingkan
menghadapkan keatas terlentang sehingga posisinya sekarang dibawah
Diana.
“Hai….sayang pestanya dilanjutkan. Manis
kau pikir tadi sudah yang paling sakit, tunggu yang ini kau akan rasain
sakit yang sebenernya!” kata Emilo sambil menerkam gemas buah dadanya.
“Dan sekarang kau dapat kehormatan manis BECAUSE I’LL TAKE YOUR ASS VIRGINITY!!” mata Diana terbelalak ketakutan.
“Oooohhh….jang…aan…PLEASE!!!!” hiba Diana disela isak tangisnya.
“Oooohhh….jang…aan…PLEASE!!!!” hiba Diana disela isak tangisnya.
“Dianay kau akan merasakan sesuatu yang belum pernah kau bayangkan sebelumnya sayang!” ejek Billie.
Cewek itu berusaha berontak sekuat tenaga, tapi kerubutan dan remasan dibuah dadanya membuatnya tak bisa berkutik. Diana didudukkan tepat diatas tubuh Billie, berandal itu mengarahkan penisnya yang tegak di lobang anus cewek itu dan segera dihujamkan dalam anus Diana tanpa pelumas sehingga membuatnya menjerit kesakitan.
Cewek itu berusaha berontak sekuat tenaga, tapi kerubutan dan remasan dibuah dadanya membuatnya tak bisa berkutik. Diana didudukkan tepat diatas tubuh Billie, berandal itu mengarahkan penisnya yang tegak di lobang anus cewek itu dan segera dihujamkan dalam anus Diana tanpa pelumas sehingga membuatnya menjerit kesakitan.
“AAAAKKKKKKKHHHHHH!!!!” lolong Diana,
sementara penis Billie (10 inci) masuk penuh dalam anusnya, sekarang
cewek itu dipaksa tidur terlentang. Jack diatas menindihnya sementara
Diana meronta-ronta kesakitan, anusnya terasa sakit oleh batang penis
Billie yang berada dibawahnya. Jack yang sudah puas menjilati perut
Diana, sekarang mementang kedua paha Diana, mengarahkan penisnya (8
inci) ke lorong vagina cewek itu. Apa daya tenaga seorang cewek yang
dikeroyok lima lelaki kekar, dengan mudah masing-masing tangan Diana
diikat dengan tali BH dijeruji pilar ranjangnya agar tidak bisa
berontak.
Jack segera memasukkan penisnya ke vagina
Diana yang masih meronta-ronta, sambil tertawa terbahak-bahak.
“Ha….ha…ha…. sayang sekarang kau rasakan ini!” sambil berkata seperti
itu, Jack dan Billie mulai menggoyangkan pinggul mereka. Penis Billie
bergerak naik-turun dianus sedangkan penis Jack menyodok keluar masuk
seirama nada metal yang makin bersemangat. Teriakan cewek itu tertelan
oleh bunyi halilintar yang keras. Usaha Diana untuk berontak membuat
ikatan ditangannya makin erat dan menyakitkan. Tubuh Diana meronta-ronta
kesakitan, tanpa disadarinya gerakannya itu makin membuat Jack dan
Billie yang memperkosanya makin terangsang. Tubuhnya mulai menggelinjang
kesana kemari, pinggulnya bergerak-gerak ke kanan, kiri, memutar,
sementara Billie yang dibawah mempertahankan kecepatan ritme keluar
masuk batang penisnya dianus Diana. Suara kecipak akibat gesekan
kemaluan mereka berdua semakin terdengar. Sodokan batang penis Billie
dianus Diana membuat tubuh cewek itu meliuk-liuk tak beraturan dan
semakin lama semakin bergerak naik seolah menantang kejantanan Jack.
“Ha…ha…ha….Dianay kau suka ya? Nih akan
kumasukkan lebih dalam lagi! HAAAHHHH!!!!” teriak Jack sambil bertumpu
pada remasan tangannya dibuah dada cewek itu ia menyodokkan penisnya
lebih dalam ke vagina Diana.
“Oooooohhhh……aaahhh….aaahhhh…aahh…
ampun…amp..aaaaahhh…aaahh!!!!” erang Diana kesakitan. Sementara kedua penis berandal itu mengkoyak-koyak vagina dan anusnya, begitu penuh nafsu, ganas dan liar. Melihat pemandangan itu dan terbakar oleh api birahi, para berandal lainnya sambil tertawa terbahak-bahak melihat ketidak berdayaan Diana, mereka meremas-remas penis mereka sendiri.
ampun…amp..aaaaahhh…aaahh!!!!” erang Diana kesakitan. Sementara kedua penis berandal itu mengkoyak-koyak vagina dan anusnya, begitu penuh nafsu, ganas dan liar. Melihat pemandangan itu dan terbakar oleh api birahi, para berandal lainnya sambil tertawa terbahak-bahak melihat ketidak berdayaan Diana, mereka meremas-remas penis mereka sendiri.
“Ohhh….ha…ha…ha….bagaimana sayang,
bagaimana rasanya….puas nggak? tenang pestanya masih lama….tunggu
giliran kita…ha…ha…ha..” seru para berandal lainnya.
Beberapa menit saja penis mereka sudah
tegak tegang siap beraksi kembali. Ranjang berderit-derit seirama musik
metal dan gerakan mereka yang barbar, Diana ditindih ditengah-tengah
mereka yang menghentak-hentak berpacu dalam birahi. Gerakan Billie
bagaikan dongkrak memaksa tubuh Diana mengelinjang keatas mengundang
penis Jack masuk ke lorong vaginanya, sedangkan gerakan Jack yang
seperti memompa dari atas menekan kebawah sehingga penis Billie masuk
penuh, begitu seterusnya, membuat cewek itu terengah-engah menahan rasa
sakit di anus dan vaginanya sekaligus. Billie menciumi leher, tengkuk,
telinganya penuh napsu.
“Uuuggh…uuggh…uuuughhh….” rintih Diana
seirama ayunan kedua penis itu. Cewek itu bisa merasakan seakan-akan
kedua penis itu saling bertemu dan bergesekan didalam perutnya, hanya
berbeda lorong saja.
Jack dan Billie melengkuh-lengkuh nikmat.
Buah dadanya diremas-remas dengan kasar sekali oleh Jack. Diana
merasakan kesakitan, tapi remasan dibuah dadanya membuatnya tetap
tersadar. Para berandal yang lainnya bersorak-sorak menyemangati
keduanya melahap tubuh Diana , Penis-penis mereka digesek-gesekkan di
tubuh cewek itu. Waktu menunjukkan Pukul 01:20 sementara pesta perkosaan
itu makin brutal terbawa napsu birahi para berandal. Badai diluar makin
ganas dan guntur sesekali menggelegar menelan teriakan Diana. Joe
menemukan lipstik dimeja rias dan dioleskan dengan paksa dibibir Diana.
Hot
Cerita Bersetubuh Dengan Ibu Temen Gue
Gw
berumur 22 tahun. gw ingin berbagi kisah mengenai kehidupan seks gw.
Terus terang awalnya gw tdk begitu mahir di bidang yang satu ini, tetapi
seiring pertambahan usia hingga menjelang SMU, bentuk kontol gw sedikit
lebih besar dibandingkan dengan teman2 seusiaku bahkan yang jauh lebih
tua dariku. Banyak dari temanku menyuruhku untuk membuka celana gw untuk
melihat seberapa besar ukuran kontol gw! Udah kaya gigolo aja gw ya!
Saat
berusia 20 tahun dan merupakan tahun pertama pada masa perkuliahan, gw
berteman dengan seorang pria bernama Sakti. Ini adalah teman pertama gw
saat kuliah. Dan kami menjadi semakin akrab setiap harinya. Ia banyak
memberikan pengalaman menyenangkan kepada gw. Beberapa kali ia melakukan
kuluman pada kontolku juga dengan mengunakan tangan. Terus terang
bagiku ini sunguh nikmat sekali. Belakangan gw tahu kalau ia pernah
melakukan hal yang sama pada teman pria lain.
Suatu
hari gw pergi kerumahnya seperti biasa. Dan ia tidak ada ditempat.
hanya Ibunya yang biasa gw pangil Ibu Yanti yang ada ditempat. Kalau
anda tahu aktris Angelina Jolie hampir seperti itulah tampangnya! Seks
seks gitu bro! Bentuk tubuh yang padat dan sexy, payudara yang besar dan
wajah yang minta ampun cantiknya biking w horney melihatnya. Ibu Yanti
mengatakan bahwa temanku tsb tidak ada dirumah alias belum pulang dari
tadi pagi, dan menyuruhku untuk menunggunya di ruang tamu. Ia menawarkan
pada gw secangkir kopi dan gw ucapkan terima kasih. Saat itu ia
mengunakan blouse putih halus yang membuat bentuk tubuhnya samar2 jelas
terlihat!Kamipun ngobrol ala kadarnya dan tak disangka ia mendekatiku.
Bayangkan
saat itu gw termasuk pria yang belum mengenal hubungan seks berlawanan
jenis dan ia adalah wanita yang telah berusia 40 tahun yang tentunya
memiliki pengalaman tertentu mengenai hal ini.
Tiba-tiba
ia meraba selangkangan gw dan meremasnya dengan keras. Gw terkejut dan
sedikit berdiri, kemudian ia langsung menarik gw untuk duduk kembali. Ia
hanya tertawa melihat gw yang terlihat pucat dan tidak bisa berkata
apa-apa. gw hanya berpikir ia adalah ibu dari teman akrab gw.
Sambil
tersenyum ia kembali memegang bagian selangkangan gw dan gw tetap diam
membisu hanya memandangnya dengan seribu pertanyaan tanpa jawaban. Tidak
bisa kupungkiri, wajah menawan itu telah membuat kontol gw berdiri. Dan
anda tahu kalau kontol gw memiliki ukuran yang diatas normal. Tanpa
sepatah katapun ia terus mengosok kemaluan gw dan entah setan apa yang
menghingapi gw saat itu, langsung ku cium bibir tante yanti yang seksi
itu. Aduhh ini pertama kali gw berciuman dengan lawang jenis dan rasanya
melambung jauh. Darah dikepala gw seperti mau muncrat keluar. Gwtidak
begitu mahir dengan apa yang harus lidah gw mainkan ketikan lidah Ibu
Yanti merasuk dalam mulut gw.Beberapa kali kurasakan lidahnya menyapu
langit2 mulut gw, gigiku dan mengusap lidah gw.Sementara lidahku hanya
diam membisu!Sesekali ia menyedot lidah gw dengan sangat kuat hingga
pada saat lepas dari pagutan masih terdapat air liur yang menetes pada
lidah gw dan mulutnya Sungguh pengalaman yang sangat luar biasa dan liar
sekali.
Kemudian
ia meminta gw untuk membuka celana yang gw pake dan melihat kontol gw.
Tapi gw menolak. Namun ia tetap memaksa dengan berkata satu kali ini
saja untuk melihatnya. Kemudian ia sedikit menurunkan blouse bagian
atasnya dan memperlihatkan bentuk payudara indahnya dan meminta gw untuk
membuka celana gw.Woooooww! Toked atau payudara itu indah sekali
dihiasi dengan kalung giok yang bergelantungan diantara payudara
tersebut membuat pemandangan menjadi semakin indah menakjubkan!mantabsss
dan maknyuss banget
Gwpun
bergegas membuka celana dan sejenak ia memandang kontol gw dengan
senyumnya yang menawan. Tanpa dikomandoi apapun ia telah duduk di bawah
sambil meraih kemaluan gw. Dipegang dan diusapnya dengan halus bagian
atas kontol gw hingga tanpa terasa ada sedikit cairan yang keluar dari
penis gw ini! Tanpa sungkan segera saja Ibu Yanti melumat kontol gw ini
hingga semua tertelan dalam mulutnya. Kulihat matanya yang terpejam
menikmati penis gw dan menghisapnya dengan sangat kuat! Ibu Yanti cukup
mahir adegan seperti ini. Terkadang ia sedikit mengigit kontol gw hingga
gw tersentak kaget, tetapi ia lanjutkan kembali dengan lumatannya yang
super nikmat banget rasanya Akhirnya ia meyuruh gw untuk melepas semua
pakaian yg gw kenakan dan ia pun beraksi secara halus dan perlahan
melepaskan pakiannya sendiri satu persatu hingga tanpa busana! Wow
akhirnya memeknya keliatan!
Setelah
pakaianku terlepas, ia menarikku kekamarnya. Kemudian menjatukanku
ditempat tidur. Sepengetahuan gw teknik bercinta yang gw kenal adalah gw
diatas dan ia dibawah. Tetapi nampaknya ia akan duduk diatas gw.Ia
mengatakan akan menunjukkan aksi yang sangat nikmat. Ia mengatakan bahwa
kontolku termasuk besar dan ia membutuhkan daya kontrol terhadap kontol
gw! Segera ia meraih kontol gw dan sedikit demi sedikit ia memasukkan
dalam memeknya.Ohh..memeknya sit ante hot itu terasa hangat dan lengket.
Akhirnya terbenam semua kontol gw dalam vagina tersebut dan ia pun
megoyankan kiri kanan, atas bawah dengan cepat dan keras! Sunguh nikmat
banget rasanya goyangannya mantabs banget! Sambil mengosok payudaranya
sendiri yang sudah tegang, ia pun menyodorkan payudara indah tersebut
untuk gw cicipi. Tak perlu tunggu waktu lama, segera saja kulumat
payudara tersebut hingga membuatnya semakin keras menghentakkan
pantatnya ke arah penis gw! oooooh rasanya kontol gw telah menyentuh
dinding rahimnya.
Gwpun
melumat payudara tersebut dengan liarnya. Namun begitu gw merasakan
kenikmatan yang luar biasa saat melumat daging tumbuh yang alot
tersebut. Tak terasa keringat kami telah membasahi kain sprei tempat
tidur hingga akhirnya Ibu Yanti menjerit nikmat sambil melumat mulut gw.
Kurasakan cairan hangat menghinggapi kontol ku. Ibu Yanti sudah
mencapai klimaksnya. Gwpun demikian, dan saat mencapai puncaknya gw
berkata…tante gw sudah tidak tahan lagi…Ia pun segera
melanjutkan..keluarkan saja didalam…tidak apa2 kok sakti tante udah pake
KB!
Mendapat
lampu hijau demikian, segera saja gw lapangkan perasaan untuk
menyelesaikan permainan ini dengan mengeluarkan sperma gw didalam memek
indahnya!Crot..crot….dan crotttt lagi…. kurasakan sampai 6 kali kontol
gw menyemprotkan sperma ke dalam memek tante yanti….dan ia pun tersenyum
manis!
Badanku terasa lemas sekali dan pandanganku sedikit berkunang!
Kurasakan
sperma gw yang berkubang dalam liang memeknya nya….ohhh rasanya lega
dan nikmat sekali melihat sperma gw dikeluarkan sedikit demi sedikit
dari memeknya tante yanti!Dan Begitulah cerita Sex dewasa gw ini dan
kamipun segera menyelesaikan skandal tersebut dan akan tetap menjadi
rahasia kami berdua!Sunguh nikmat banget rasanya ngentot pertama kali
dengan pasangan lawan jenis apalagi bisa ngentot sama ibu teman gw! Kaya
film bokep My friend hot mom aja ya cerita sex dewasa gw! Tapi ini
sunguh pengalaman yang sunguh luar biasa banget bagi gw dan tak akan
pernah gw lupakan kisah ngentot ibu hot teman gw ini!
Langganan:
Komentar (Atom)



